Breaking News

TOURING DAN INSIDEN MOTOR





“Ayo wes, budhal...”
Itulah yang sering penulis dengar ketika teman-teman biker sudah berniat untuk berangkat touring bersama komunitas motornya.
Touring motor bersama saat ini banyak dilakukan berbagai komunitas ataupun pengendara motor non komunitas di Indonesia ini. Mereka melakukan itu dengan berbagai alasan, misalnya : jadwal tetap touring di komunitas, mengisi waktu liburan, menghadiri acara komunitas lain seperti deklarasi, anniversary, musyawaran nasional, ataupun kopdargab (kopi darat gabungan), atau acara yang diadakan oleh teman komunitas baik itu lamaran, pernikahan, atau ketika ada anggota keluarga yang meninggal, dan sebagainya.

                Pada saat akan melaksanakan touring motor, tentunya sebagai biker yang baik, kita menyiapkan berbagai kegiatan/perlengkapan yang akan digunakan pada saat touring sebagai persiapan jika terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan. Service dan pengecekan adalah hal yang wajib dilakukan sebelum kita mengadakan touring. Alat-alat (tools) yang dibutuhkan saat motor sedang mengalami masalah saat di jalan juga wajib kita siapkan.

                Nah, berkenaan dengan insiden yang dialami motor saat touring ini, penulis mempunyai pengalaman yang sangat baik untuk dibagikan kepada kalian gaes...
                Baru-baru ini, penulis bersama dengan enam pemotor Komunitas CB150R Surabaya (KCS) lainnya sedang mengadakan perjalanan menghadiri pernikahan teman komunitas di kota Bojonegoro. Setelah menghadiri acara resepsi pernikahan yang diadakan sabtu siang hari, kami mengunjungi beberapa tempat wisata sampai sore hari. Dan menginap di rumah teman sampai besok minggu, lalu pagi kami berangkat lagi ke beberapa tempat wisata lain ke arah Tuban dan selanjutnya pulang ke kota Surabaya melalui jalur kota Lamongan – Gresik.

                Selama perjalanan tersebut, penulis mencatat ada 4 insiden yang berkenaan dengan sepeda motor yang kami tumpangi dan dialami rombongan kami. Antara lain :
1.       Bearing as roda belakang pecah.
2.       Mesin motor mati saat motor dengan kecepatan tinggi terkena lubang jalanan
3.       Sepeda motor jatuh karena selip saat melintas di lintasan jalur rel yang nyaris sejajar dengan jalan raya yang basah karena hujan
4.       Dop lampu depan pecah

Berikut ini Penulis akan menganalisis kenapa insiden tersebut di atas bisa terjadi dan solusinya, berkaitan dengan persiapan saat akan mengadakan perjalanan touring motor :
1.       Bearing as roda belakang pecah
















Bearing as didesain untuk pemakaian jangka panjang. Penyebab terjadinya bearing yang pecah antara lain :
a.       As roda belakang sudah dalam kondisi bengkok akibat benturan-benturan keras saat motor di jalanan salah satunya jalan yang berlubang.
b.      As roda yang dipakai bentuknya tidak standar, seperti : motor CB150R memakai as non CB150R. Selain panjangnya harus sama, diameter harus sesuai dengan tempatnya agar tidak kocak saat dipasang pada roda
c.       Jenis ban yang memakai “kembangan” semi offroad (atau disebut ban tahu) juga secara tidak langsung bisa mempengaruhi kestabilan jalannya roda.
Solusinya : bearing harus diganti dengan yang baru dengan melepasnya dari as roda belakang.
(Foto dari : 1. Marzuki, 2. Kukuh P)


       
  2.  Mesin motor mati saat motor dengan kecepatan tinggi terkena lubang jalanan.
Saat terjadi guncangan yang keras, posisi tutup busi bisa bergeser dari tempatnya. Hal inilah yang bisa membuat mesin mati secara tiba-tiba karena tidak adanya aliran listrik ke dalam mesin. Hal ini bisa diketahui karena lampu indikator di layar tampak normal menyala semua, artinya kondisi ecu tidak ada masalah
Solusinya : kencangkan tutup busi dengan menekannya kembali ke posisi semula
(Foto dari : 3.bp.blogspot.com)



.  3.    Sepeda motor jatuh karena selip saat melintas di lintasan jalur rel yang nyaris sejajar dengan jalan raya yang basah karena hujan.
Lintasan rel kereta api yang melintas di jalan raya, sangat rawan menimbulkan kecelakaan. Rel yang terbuat dari besi, saat dilewati roda motor yang secara bentuk memang lebih ramping daripada roda mobil, bisa membuat selip motor jika pengendara tidak hati-hati. Apalagi jika lintasannya hampir sejajar dengan jalan raya dan dalam kondisi yang basah akibat hujan.
Solusi : cobalah melintas rel dengan posisi tegak lurus antara roda dan rel. Hindari melintas rel dengan posisi roda sejajar atau miring dengan rel kereta api
(Foto dari : surya.co.id)

      4.   Dop lampu depan pecah
Saat perjalanan touring yang panjang, lampu yang menyala terus menerus akan menimbulkan panas yang tinggi. Hal ini rawan terjadi pecahnya dop lampu. Maka dari itu persiapan yang wajib dilakukan agar tidak terjadi insiden tersebut adalah :
a.       pemakaian dop lampu yang memenuhi standar yang telah ditetapkan dalam spesifikasi motor. Jangan coba-coba dengan alasan harga dop yang murah, kita memasang lampu dengan seadanya.
b.      Karet pelindung masuknya air ke dalam ruang lampu, jangan dilepas dengan maksud agar keren atau tidak cocok dengan kap modifikasi yang kita pakai. Karena fungsinya yang vital yaitu mencegah masuknya air ke dalam kap lampu, bisa membuat dop yang dalam kondisi panas tinggi tiba-tiba pecah karena bercampur dengan air/embun yang dingin
(Foto dari : Kukuh P)


(Oleh : Kukuh P – KCS#137)

close