Breaking News

Safety Riding Can Be Fun

Safety Riding tentunya sudah menjadi istilah yang sering didengar, akan tetapi sudahkah Safety Riding dijadikan kebiasaan? Tentunya belum semua orang dapat menjadikan Safety Riding sebagai suatu kebiasaan. Hal ini semakin disadari penulis saat menghadiri acara Safety Riding Course yang diadakan pada tanggal 28 Mei 2016 di MPM Learning Center Sedati. Bahkan bagi penulis sendiri Safety Riding dianggap sebagai sebuah pembelajaran baru. Mengapa bisa seperti itu? Faktor kebiasaan dan tekhnik berkendara yang diketahui pertama kali saat belajar menjadi faktor susahnya membiasakan diri untuk membiasakan diri berkendara dengan tekhnik Safety Riding.
Penulis akan mengambil contoh, keharusan untuk menoleh kebelakang saat sebelum menjalankan kendaraan, kombinasi penggunaan rem yang benar dan penggunaan lampu sein saat akan berbelok atau mendahului.

Kenapa harus menoleh kebelakang saat akan menjalankan kendaraan jika sudah ada kaca spion? Kaca spion memiliki kelemahan dalam sisi Blind Spot. Iya betul, Kaca Spion masih memiliki sisi Blind Spot, oleh karena itu perlu sekali kita membiasakan diri untuk menoleh kebelakang sebelum menjalankan kendaraan. Dalam hal pengereman masih cukup banyak orang yang lebih menitik beratkan pengereman mereka pada rem belakang. Coba kita pikirkan kembali apakah alasan pabrik mendesain motor produksi mereka dengan Rem Cakram depan yang lebih lebar dari pada Rem Cakram belakang? Atau kenapa pada motor dengan 1 rem cakram maka rem cakram dipasang pada roda depan? Hal ini dikarenakan memang untuk pengereman proporsi pengereman di roda depan harus lebih besar dengan prosentase antara 60-70% di rem depan dan sisanya proporsi rem belakang.
Materi pengereman ini dibuktikan sendiri oleh instruktur Safety Riding MPM, Dimas Satria. Pada saat kendaraan berjalan dengan kecepatan 40km/jam kemudian direm dengan proporsi ban belakang lebih besar motor berhenti pada jarak lebih dari 20 meter setelah titik pengereman. Dan saat diulang dengan sesuai prosentase standar safety riding kendaraan berhenti tepat didepan penulis yang saat itu berdiri di jarak 14 meter dari titik pengereman.

Berdasarkan standar Safety Riding penggunaan lampu sein adalah 3 detik atau 30 meter sebelum berpindah jalur, mendahului atau berbelok. Mari kita renungkan kembali sudah seperti itukah kebiasaan berkendara kita?
Safety Riding Course ini makin membuka mata penulis bahwa Safety Riding sangat penting untuk dibiasakan. Dan mungkin ketiga contoh penjelasan diatas akan menjadi point yg dibiasakan terlebih dahulu baru dilanjutkan dengan tekhnik safety riding lainnya. Tentunya akan menyenangkan jika kita dapat berkendara dengan aman, jadi Safety Riding Can Be Fun.

by Harry Pras
close