Breaking News

Istirahat Agar Selamat di Jalan


Komunitas CB150R Surabaya (KCS) - Mengenai penyebab faktor kecelakaan akibat kelalaian pengendara, terdapat catatan penting di dalam tahun 2013. Yaitu berdasar hasil evaluasi Kepolisian Negara Republik Indonesia (POLRI), pada tahun 2013 ini penyebab utama kecelakaan yang terjadi adalah dikarenakan faktor mengantuk dan pengaruh alkohol.
Untuk pengaruh alkohol sudah jelas, bahwa alkohol akan mengurangi respon syaraf kita, sehingga akan mengurangi konsentrasi, respon dan kesigapan saat berkendara. Dari faktor penyebab alkohol ini, semua bikers pasti sudah hafal dan paham banget.
Masalah lain yang terkadang dianggap enteng adalah ngantuk. Bila kita dalam kondisi mengantuk saat berkendara, yang dapat menyebabkan sepersekian detik mata terpejam petaka kecelakaan pun siap menimpa.
Karena jangan remehkan kondisi tubuh kita bila terasa mengantuk. Dan, ada baiknya mengenal tiga hal utama dari sekian banyak penyebab ngantuk. Antara lain : akibat pengaruh obat-obatan, kelelahan (capek), dan kurang tidur.
a. Pengaruh obat-obatan
Beberapa obat memang menyebabkan rasa kantuk, seperti yang tertera di aturan pemakaiannya. Karena itu dilarang mengendarai kendaraan bagi pengendara, yang sebelumnya menggunakan atau meminum obat penyebab kantuk.
b. Kelelahan
Kelelahan artinya tubuh butuh waktu untuk istirahat sejenak. Belum tentu harus tidur. Terkadang hanya butuh udara segar atau pengalih perhatian. Bagaimana berkendara dapat menyebabkan kelelahan, mari kita cari jawabannya.
Bagaimana posisi mengendarai motor Anda? Otomatis pasti duduk. Seperti halnya yang kita rasakan bila terlalu lama duduk pasti punggung terasa capek, hal ini disebabkan pada posisi normal (saat berdiri) tulang belakang kita melengkung ke dalam, sedangkan pada saat duduk tulang belakang melengkung keluar, dan tanpa kita sadari energi yang dikeluarkan tubuh pada saat duduk lebih banyak daripada mondar-mandir. Apalagi jika sambil mengendarai motor dengan posisi duduk bikers yang statis, akan menyebabkan semakin cepat lelah. Selain itu, pasti bikers butuh konsentrasi dalam menyetir, jadi energi yang bikers keluarkan pasti akan lebih banyak juga, yaitu untuk duduk dan berkonsentrasi.
Bukan hanya kelelahan, duduk terlalu lama juga mengakibatkan pembekuan darah pada pembuluh-pembuluh darah daerah lipatan paha sampai dengan kaki, karena aliran darah kurang lancar. Maka dari itu bikers, imbangi kegiatan bermotor Anda dengan olahraga yang teratur dan kurangi duduk terlalu lama.
Dua jam berkendara sudah cukup untuk membuat peredaran kita mulai tidak lancar, hal ini ditandai dengan mulai munculnya rasa kesemutan, nyeri, kaku pada persendian dan mengantuk, bila gejala ini mulai muncul segera berhenti untuk beristirahat. Turun dari motor jalan-jalan sebentar sambil merenggangkan badan akan sangat menolong agar aliran darah kembali normal dan badan akan kembali segar. Belum tentu harus tidur. Terkadang hanya butuh udara segar atau pengalih perhatian.
c. Kurang Tidur
Bahaya mengantuk saat berkendara sama seperti mabuk akibat alkohol saat berkendara. Sangat berbahaya! Pernah mengalami saat berkendara, tiba-tiba entah kenapa kita merasa beberapa menit sebelumnya tidak sadar, dan sudah berada di lokasi tertentu? Nah itu tandanya kita sudah mengantuk. Kenapa tetap dapat berkendara? Otak kita mengendarai motor atau mobil berdasarkan insting saja. Tidak jarang orang yang mengalami kecelakaan tidak sadar, tahu-tahu sudah ada di rumah sakit.
Tidur merupakan kebutuhan biologis, jadi harus dipenuhi. Terkadang orang tersebut sudah tidur 7 jam semalam sebelumnya, tetapi dia masih mengantuk. Nah perlu diselidiki dahulu, malam-malam sebelumnya dia tidur cukup tidak? Jika tidak, sama saja tetap tubuh kurang tidur. Jika Anda sudah mengantuk, artinya anda kurang tidur dan cara mencegahnya adalah tidur yang cukup.
Untuk bikers, direkomendasikan tidak tidur terlalu larut malam menjelang perjalanan panjang. Terpenting adalah sebelum perjalanan jauh, malamnya kita harus tidur 6-7 jam. Dan harap diingat, 3-4 hari menjelang perjalanan, istirahatlah yang cukup. Dan saat di jalan, jujurlah kepada diri sendiri. Begitu Anda mengantuk, langsung menepi dan beristirahat. Tidur 30 menit sampai 1 jam, itu cukup untuk mengembalikan metabolisme dan kebugaran tubuh.
Banyak pengemudi yang sering menganggap remeh ketika rasa kantuk mulai menyerang. Terutama mereka yang merasa bahwa lokasi tujuan sudah dekat. Mau menepi untuk istirahat rasanya nanggung karena sudah mau sampai. Realita ada salahnya jika Anda sudah merasa bahwa mulai ada tanda-tanda rasa kantuk menyerang, segera dan jangan ditunda-tunda mencari tempat yang aman untuk menepi. Aman di sini adalah aman dari bahaya kendaraan lain dan aman dari tindak kejahatan. Kita dapat memanfaatkan rest area yang terdapat di tepi jalan tol, SPBU, rumah makan, atau pos polisi.
Selalu jaga kondisi badan agar tetap fit, baik sebelum maupun ketika saat berkendara. Mengambil keputusan untuk tidak melanjutkan perjalanan ketika rasa kantuk mulai menyerang adalah tindakan yang bijak dalam berkendara. Itu sama nilainya dengan kita memilih untuk berhenti ketika lampu merah traffic light menyala. Semua itu merupakan wujud tanggungjawab terhadap keselamatan diri sendiri maupun sesama pengguna jalan yang lain.
Bagaimana dengan zat-zat pengganti atau “anti tidur” seperti kopi, merokok atau zat additif lainnya? Penjelasan dari beberapa dokter ahli dari beberapa referensi terdapat penjelas jika tidak ada zat apapun yang dapat menggantikan efek restoratif tidur. Kenapa? Sekali lagi, itu sudah kebutuhan, tidak dapat digantikan. Lalu bagaimana jika mengantuk saat berkendara? Boleh minum kopi, boleh minum minuman energi atau additif yang tidak membahayakan. Tapi yang harus diingat, berhentilah di tempat yang aman dan kondusif. Setelah itu, silahkan minum kopi, baru kemudian tidurlah sejenak sekitar 20-30 menit. Alasannya sederhana, kafein memberikan dampak 30 menit setelah diminum. Jadi setelah tidur 30 menit, maka efeknya baru terasa.
Ternyata susah ya mengatasi ngantuk…
Keep safety on the road
Sumber Artikel : MPM.CO.ID
close