Breaking News

Tips Aman Membonceng Wanita dengan motor

Beberapa bulan lalu posisi membonceng wanita di atas motor sempat menjadi buah bibir masyarakat di Indonesia. Pasalnya, salah satu daerah di Tanah Air mengeluarkan Perda larangan membonceng wanita dengan posisi ngangkang. Padahal, ditilik dari faktor keamanan, membonceng wanita dengan posisi mengangkang justru lebih aman dibanding posisi menyamping.
Nah, bicara soal posisi boncengan saat berkendara memang agak pelik, khususnya bagi kaum hawa. Membonceng wanita dengan posisi menyamping justru membahayakan pengendara motor karena keseimbangan sedikit terganggu. Sebetulnya bagaimana sih tips aman membonceng wanita di atas motor? Yuk kita lihat beberapa tips berikut :
  1. Seperti yang sudah dijelaskan secara singkat di atas, posisi mengangkang memungkinkan pembonceng dan yang membonceng memiliki fleksibilitas dan gerakan kompak. Jarak antara pengendara dan pembonceng sebaiknya jangan terlalu jauh. Perlu ditekankan, pembonceng motor harus mengupayakan mengikuti gerakan yang membonceng saat berkendara.
  2. Posisi duduk pembonceng sebaiknya sejajar dengan yang membonceng. Hal ini dimaksudkan untuk meminimalisir terpaan angin saat berkendara. Posisi duduk menyamping sangat tidak disarankan sebab terlalu berbahaya, kecuali si wanita menggunakan rok. Selain membuat keseimbangan motor terganggu, posisi menyamping juga membuat pembonceng tidak siap bila terjadi sesuatu hal yang mendadak.
  3. Pada saat dibonceng, jangan pegang handle belakang motor karena hal itu berpotensi membuat pembonceng terlempar saat pengendara menyalip kendaraan lain. Sebaiknya memegang pinggang pengendara dan jangan lupa juga memposisikan kaki dengan menjejak sempurna pada footstep motor.
  4. Untuk pembonceng, usahakan posisi lutut sejajar dengan pengendara supaya keseimbangan tetap terjaga dan memudahkan pergerakan motor.
  5. Jangan melawan arah kemiringan saat sepeda motor menikung tajam. Hal itu dapat membahayakan pengendara dalam mengendalikan keseimbangan motornya.
  6. Khusus bagi yang membonceng, sebaiknya gunakan kecepatan normal ketika membonceng. Upayakan untuk memberitahu pembonceng ketika hendak menaikkan kecepatan dan jangan tiba-tiba menarik tuas gas secara mendadak karena hal itu bisa membuat pembonceng terlempar.
  7. Bukan hanya yang membonceng, pembonceng motor pun harus menggunakan perlengkapan safety gear yang lengkap seperti helm, celana panjang, jaket, sepatu, dan sebagainya.
Untuk pembonceng, sebaiknya barang bawaan seperti tas atau bawaan lainnya dijepit diantara pengendara dan yang dibonceng. Selain supaya tidak merepotkan dan mengganggu
close